part 1
Saat ini 70 % kekuatan dunia berpusat di far east asia tepatnya dipesisir samudera pasific dengan dipimpin oleh Amerika ( usa ) dan duet China-Rusia. Sesungguhnya perlombaan senjata sangat menghawatirkan seperti saat perang dingin antara uni soviet dan amerika pada awal tahun 60 an hingga akhir tahun 90an. Saat itu uni soviet bubar dengan keinginan dari masing-masing negara persekutuan.

Saat itu perang dingin memicu kemajuan teknologi yang sangat dramatis dan menjadi dasar dari teknologi yang digunakan saat ini dan bahkan meevolusi teknologi pada masa perang dingin. Tapi memang terobosan teknologi tidak se dramatis pada jaman perang dunia 2 dengan Nazi sebagai pelopor teknologi maha dahsyat yang masih digunakan oleh negara-negara dengan kekuatan militer luar biasa.
Berkembangnya teknologi menjadikan banyak perubahan signifikan terhadap sudut pandang manusia terhadap arti peperangan. semakin sedikit manusia yang terlibat, namun efek kerusakannya luar biasa. hingga terbentuknya divisi alat perang tanpa awak yang sudah hampir menyeluruh, mulai dari pesawat tempur tanpa awak, kapal selam, kapal perang, perangkat pengangkut akomodasi, hingga pengembangan sinar lazer sebagai pengganti rudal.

Namun bahaya yang paling menakutkan dari perang adalah proxy war. dimana masing masing kekuatan beradu kekuatan menggunakan tangan ketiga. semisal terjadi perang antara amerika dan china. maka masing-masing negara akan menguatkan negara lain yang sefaham dengan negaranya. negara pendukung tersebut akan saling membantai hingga hancur lebur, namun china dan amerika akan tetap duduk nyaman di depan layar tv.
Ada juga sistem proxy war yang menggunakan potensi perpecahan lokal didalam sebuah negara. seperti yang terjadi saat ini di suriah, irak dan mesir. setiap negara pasti memiliki bibit perpecahan, baik perbedaan agama, suku dan juga cara pandang politik. Semua itu harus benar-benar diperhatikan oleh negara yang memiliki banyak permasalahan didalam negaranya. seperti indonesia dengan banyak sekali suku bangsa, agama dan aliran serta pandangan hidup.

Banyaknya potensi kerusakan tentunya tidak akan dapat ditanggulangi dengan waktu singkat. seperti negara china yang saat ini ekonominya sudah luar biasa, masih saja bermasalah dengan kemampuan perang dan pengalaman berperang secara update. Sedangan indonesia dengan kekuatan ekonomi yang terbatas akan sangat kerepotan dalam menjaga performa militernya minimal sesuai dengan kebutuhan dasar perlindungan wilayah kedaulatan.
Perlunya terobosan yang tidak harus mengekor dan mengikuti tawaran teknologi dari negara lain. seharusnya indonesia bisa membuat teknologi yang berbasis geologis negara indonesia. masing-masing pulau harus bisa mempertahankan dirinya sendiri dan setiap selat yang menghubungkan pulau-pulau harus dilengkapi pertahanan terpadu sehingga dapat menahan serangan dari dasar laut, permukaan laut dan udara. dengan melokalkan kebutuhan teknologi, maka akan mengurangi biaya rekontruksi militer yang berdaya saing kuat.
ke halaman part 3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kunjungi juga
Portal Iklan Gratis
www.nusapalapa.com
Tempatnya Juragan Kumpul