part 2
Pertahanan dalam pulau kita mulai dengan kebutuhan radar dengan jangkauan hingga 700 km dan dilengkapi dengan sonar untuk memantau bawah laut. untuk radar yang berkualitas bagus tentunya harus di impor dari negara lain dan itu akan sangat mahal. sebaiknya kita buat radar sendiri dimana prinsip kerja radar adalah sapuan gelombang yang dipancarkan kembali karena terpantul oleh benda yang menghalangi pancaran gelombang. ada terobosan teknologi dimana menggunakan drone bertenaga hidrid ( sinar matahari dan baterai. melayang statis pada ketinggian 10 km dan melibatkan ratusan drone dengan 1 drone ditiap titiknya dan jarak masing-masing titik 10 km. pola penjagaan menitik beratkan kepada pengisian titik tersebut, jika ada salah satu titik yang rusak ada hilang, akan langsung diisi oleh drone dibelakangnya dan terus begitu hingga pada titik drone paling dekat ke pesisir.
Drone yang terpasang akan memantau dengan teknologi penginderaan sinar infra merah dan sinar UV untuk sapuan udara dan permukaan laut. dimana semua kapal laut dan pesawat tempur masih menggunakan roket dorong yang mengeluarkan panas. kemudian server pusat akan menganalisa ancaman. Untuk ancaman dari bawah laut, menggunakan sonar dan juga penginderaan sinar gamma karena meskipun kapal selam tidak mengeluarkan panas, namun terdapat aktifitas komunikasi dan sistem komputer didalamnya sehingga akan meninggalkan jejak elektronika dijalur yang dilalui dan akan terlihat dalam penginderaan sinar gamma.
Untuk menghindari serangan dari satelit, maka drone dilengkapi lontaran panas untuk membelokkan serangan rudal dan jika serangannya berupa senjata laser, maka bentuk drone dibuat dengan permukaannya banyak cekungan untuk membalikkan sinar laser sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada drone.
Selanjut mengenai pertahanan darat menggunakan meriam dengan jarak jangkauan 500 km hingga 700 km dengan menggunakan drone pintar yang dapat diluncurkan tanpa menggunakan gps cukup dengan data jarak terakhir yang dikonversikan dengan kecepatan ancaman. kemudian pada sisa jarak target yang diperkirakan drone tersebut akan mengaktifkan sensor sinar infra merah untuk mencari jejak panas ( rudal pendorong jet ) dan sensor sinar gamma untuk mencari jejak elektronik ( serangan drone ). saat sudah terdeteksi akan dikunci dan menyusul target. seterah dapat tertangkap drone tersebut akan meledakkan diri sehingga akan menghancurkan target ancaman tersebut.
Drone tersebut juga akan bisa digunakan untuk mencari ancaman yang berasal dari pesawat temput dan rombongan kapal induk. drone akan dengan mudah menempel di lambung kapal dan meledakkan diri sehingga akan menimbulkan kerusakan yang besar.
Untuk perlengkapan prajurit, dilengkapi kamera dengan sensor infra merah, penglihatan malam yang sekarang sudah banyak beredar bebas dan harganya murah hanya 10% dari harga militer buatan amerika. Penambahan skeleton menjadikan jarak tempuh prajurit lebih panjang dan lebih cepat sehingga mobilisasi lebih mudah lagi. hal ini difokuskan karena geografis indonesia yang berbukit bukit. Untuk tiap peleton dilengkapi dengan drone pengawas yang mengikuti sinyal yang dipancarkan dari rangsel komando peleton. drone tersebut berfungsi memantau potensi ancaman berupa sergapan yang mungkin ada di depan, sehingga pasukan sudah siap. ketinggian drone 500 m dan dilengkapi kamera full sensor dan dapat memantau hingga 5 km kedepan.
Apabila benteng drone dipesisir hancur, maka akan ada gelombang serangan ke darat dengan gerakan pasukan musuh dari pesisir dan untuk mengantisipasi serangan tersebut, dibuatlah jalur jebakan dimana setiap 100 m diletakkan sensor yang ditanamkan ditanah menyerupai ranjau dengan kedalaman 50 cm, masing-masing titik akan berhubungan dengan menggunakan sensor gerak dengan karakter anomali gerakan. dari data tersebut pasukan artileri akan mengirimkan tembakan meriam dititik yang mencurigakan. sehingga akan menghambat laju pasukan musuh.
Pasukan artileri biasanya berada diperbukitan dengan daya mobilitas rendah dan sangat rentan di serang. sehingga perlu didukung oleh ratusan mini drone spesialis memiliki kecepatan sergap tinggi dan ada hulu ledak didalamnya yang dilepaskan dari sebuah box ( tiap box berisikan 20 - 30 unit drone ) yang disembunyikan di lokasi laucher yang berjarak 10 km dari pusat artileri. setiap box dikamuflase sesuai dengan lingkungan yang ada, jadi bersifat seperti sarang lebah.
Akses jalan masuk ke pusat kekuatan dilengkapi dengan sensor gerakan yang terbagi menjadi 3-4 perangkap dan sistem kerjanya serupa dengan jalur jebakan dipesisir tadi, bedanya gerak pasukan dibiarkan jalan dari titik 4 hingga mencapai titik 1 baru diserang. sehingga konvoi pasukan musuh akan ditumpas dari awal hingga barisan paling akhir ( biasanya urutan konvoi terdiri atas pasukan pembuka yang dilengkapi tank, kemudian disusul kendaraan pengangkut pasukan dan logistik, dan terakhir berupa pasukan yang membawa alat berat ).
ke halaman part 1
ke halaman part 3
ke halaman part 1
ke halaman part 3




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kunjungi juga
Portal Iklan Gratis
www.nusapalapa.com
Tempatnya Juragan Kumpul